About
Sejarah
Sekitar tahun 1983, sekelompok mahasiswa tingkat awal dari berbagai jurusan dari daerah Jawa Timur berkumpul bersama. Ide terlintas dalam benak mereka untuk membentuk kelompok seni yang dapat menampung aspirasi mereka dalam berekspresi. Akhirnya beberapa mahasiswa tersebut sepakat untuk membentuk sebuah perkumpulan yang diberi nama "GUYU SEDAYA JAMURAN" yang merupakan singkatan dari Paguyuban Seni Budaya Jawa Timuran. Dalam struktur organisasinya, GUYU SEDAYA JAMURAN hanya mengenal seorang ketua yang langsung membawahi anggota. Hirarkinya sederhana dan sistem kerjanya timbul berdasarkan kesadaran dari para anggota untuk memposisikan dirinya pada pekerjaan yang dengan bidang keahlianya.Kegiatan pertama dari GUYU SEDAYA JAMURAN adalah mengadakan pentas kesenian daerah "LUDRUK". Debut pertama berlangsung dengan sangat sederhana, dalam lingkup kecil, dan memakai bahasa jawa. Dengan lakon Pak Sakera, seorang jawara dan bekas residivis dari Madura. Ternyata respon penonton saat itu luar biasa. Adanya permintaan pertunjukan Ludruk yang berikutnya menjadikan nama GUYU SEDAYA JAMURAN menjadi kurang populer sehingga pada akhirnya lebih dikenal dengan "LOEDROEK ITB"